Pendidikan Berkarakter [Bagian 5]

Ringkasan Grand Design Pendidikan Karakter (4)

(Kemdiknas)

 

G.   ARAH SERTA TAHAPAN DAN PRIORITAS PENDIDIKAN 

       KARAKTER BANGSA TAHUN 2010—2025

1.       Arah dan Sasaran

 

Pendidikan  karakter  menjadi  bagian  yang  tidak  terpisahkan  dari  upaya pencapaian visi pembangunan nasional sebagaimana tertuang dalam Rencana Pembangunan  Jangka  Panjang  Tahun  2005—2025,  yaitu  mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembang-nya  potensi  peserta  didik  agar menjadi manusia  yang  beriman  dan  bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.

 

Untuk melaksanakan  fungsi  dan  tujuan  pendidikan  karakter,  telah  diterbitkan Permendiknas No. 23/2006 tentang Standar Kompetensi   Lulusan  yang  secara formal  sudah  digariskan  untuk  masing-masing  jenis  atau  satuan  pendidikan sejumlah  rumusan  Standar  Kompetensi  Lulusan  (SKL).  Jika  dicermati  secara mendalam,  sesungguhnya  hampir  pada  setiap  rumusan  SKL  tersebut  implisit atau eksplisit termuat substansi nilai/karakter.

 

Agar  tercapai  daya  guna  dan  hasil  guna  yang  optimal  perlu  disusun  tahapan pembangunan  dan  skala  prioritas  yang  akan menjadi  agenda  dalam  rencana pembangunan  jangka  panjang  dan  jangka  menengah.  Tahapan  dan  skala prioritas  yang  ditetapkan  mencerminkan  pentingnya  permasalahan  yang hendak diselesaikan  tanpa mengabaikan permasalahan  lainnya.   Oleh  karena itu,  skala  prioritas  dalam  setiap  tahapan  berbeda,  namun  semua  itu  harus berkesinam-bungan  dari  periode  ke  periode  berikutnya  dalam  rangka mewujudkan sasaran pokok pendidikan karakter yang ditetapkan.

.

2.       Tahapan dan Prioritas

 

Untuk  dapat  mencapai  tujuan  pendidikan  nasional  yaitu  berkembangnya potensi  peserta  didik  agar  menjadi  manusia  yang  beriman  dan  bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab, diperlukan  pentahapan    dan  skala  prioritas  program  pendidikan  karakter bangsa.  Penyusunan  pentahapan  dan  skala  prioritas  jangka  panjang  dan jangka menengah  disesuaikan  dengan  Desain  Induk  Pembangunan  Karakter Bangsa  tahun 2010 – 2025. Tahapan dan skala prioritas  program pendidikan karakter disusun sebagai berikut.

 

 

a.    Tahap I dan Prioritas 2010—2014

 

Tahap  ini merupakan  fase  konsolidasi dan  implementasi dalam  rangka:  (1) reorientasi menumbuhkan kesadaran sikap dan keyakinan pentingnya peng-hayatan  nilai-nilai  Pancasila  sebagai  falsafah  dan  ideologi  negara  melalui proses pembelajaran dan pengembangan budaya sekolah  ;  (2) penyusunan perangkat  kebijakan  yang  terpadu  yang  berupa  tersusunnya  kembali kurikulum berbasis ideologi Pancasila; (3) implementasi perangkat kebijakan agar  dapat  melaksanakan  pendidikan  karakter  secara  efektif  dengan memberdayakan  seluruh  subjek  yang  terkait;  (4)  evaluasi  yang  ditujukan pada satuan pendidikan sebagai pelaksana pendidikan karakter bangsa.  Pada akhir  tahap  ini pendidikan karakter bangsa diarahkan untuk mewujud-kan  peserta  didik,  pendidik  dan  tenaga  kependidikan  menyadari  dan meyakini kembali Pancasila sebagai dasar pandangan hidup bangsa.

b.    Tahap II dan Prioritas 2015—2019

 

Tahap  II merupakan  fase  pemantapan  strategi  dan  implementasi. Prioritas pada  tahap  ini  adalah  melakukan  pemantapan  strategi  dan  implementasi pendidikan karakter. Prioritas tersebut berbentuk (1) monitoring dan evaluasi tahap  I;  (2)  pengokohan  dan  pemantapan  nilai  etika  dalam  kehidupan bermasyarakat,  berbangsa,  dan  bernegara  serta  kesadaran  sikap  dan keyakinan  pentingnya  penghayatan  nilai-nilai  Pancasila;  (3)  pemantapan pengukuhan  kurikulum  berbasis  ideologi Pancasila  yang  terintegrasi  dalam setiap  kelompok mata pelajaran  secara holistik;  (4) pemantapan perangkat kebijakan  agar  dapat  melaksanakan  pendidikan  karakter  bangsa  secara lebih efektif; (5) tetap melaksanakan evaluasi dan monitoring yang ditujukan pada satuan pendidikan sebagai pelaksana pendidikan karakter bangsa; .  Pada  akhir  tahap  ini  pendidikan  karakter  bangsa  diarahkan  untuk memantapkan  peserta  didik,  pendidik  dan  tenaga  kependidikan  yang menjunjung etika dan kemampuan tinggi dalam memanifestasikan nilai-nilai luhur budaya bangsa dalam kehidupan sehari-hari.

 

c.    Tahap III dan Prioritas 2020—2024

 

Tahap III merupakan fase pengembangan berkelanjutan dari hasil yang telah dicapai pada  tahap  I dan  II. Prioritas  tersebut berbentuk  (1) monitoring dan evaluasi tahap II; (2) pengukuhan, pemantapan dan pembudayaan nilai etika dalam  kehidupan  bermasyarakat,  berbangsa,  dan  bernegara;  (3)  peman-tapan  pengukuhan  kurikulum  berbasis  ideologi  Pancasila  yang  terintegrasi  dalam  setiap  kelompok  mata  pelajaran  secara  holistik;  (4)  pembinaan perangkat  kebijakan  pelaksanaan  pendidikan  karakter bangsa  secara  lebih efektif yang disesuaikan dengan perubahan jaman ; (5) pengevaluasian dan monitoring  yang  ditujukan  pada  satuan  pendidikan  sebagai  pelaksana pendidikan  karakter  bangsa;  (6)  peningkatan  ketahanan  nasional  bangsa Indonesia  dengan  memupuk  semangat  persatuan  dan  kesatuan,  toleransi antarumat  beragama,  antarsuku  bangsa,    antarras,  antaradat,  dan menjunjung tinggi kesetaraan gender atau pengarusutamaan gender. Pada  akhir  tahap  ini  diharapkan  akan  terwujud  masyarakat  yang berketuhanan  Yang  Maha  Esa,  berkemanusiaan  yang  adil  dan  beradab, berjiwa persatuan  Indonesia, berjiwa kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan, serta berkeadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.


 

H.       STRATEGI IMPLEMENTASI PENDIDIKAN KARAKTER

 

Strategi  implementasi  pendidikan  karakter  mencakup:

1. Sosialisasi

Tujuan  sosialisasi  adalah  untuk  membangun  kesadaran  kolektif  dan solid tentang pentingnya  pendidikan  karakter  pada  skup  nasional.  Sosialisasi  juga  bertujuan untuk melakukan  gerakan  kolektif  dan  pencanangan  pendidikan  karakter  untuk semua.  Dengan  demikian  sosialisasi  di  Unit  Utama  Kementerian  Pendidikan Nasional dilakukan secara internal dan eksternal, pada  seluruh  ketenagaan  pendidikan  di  jajaran Dinas Pendidikan di tiap-tiap provinsi dan di  jajaran Dinas  Pendidikan  di  tiap-tiap  kabupaten/kota.

Sosialisasi dioptimalkan melalui kegiatan sarasehan, kegiatan olahraga, kegiatan seni, pesta  rakyat, penyebaran leaflet, booklet (buku kecil), iklan layanan masyarakat, poster, film, jurnal, majalah berkala,  serta  berbagai  media-media  sosialisasi  yang  lainnya  yang  dapat memberikan gaung secara nasional.

 

2. Pengembangan Regulasi

Fungsi  regulasi  diperlukan  untuk  memberikan  payung  hukum  yang  kuat  bagi implementasi pendidikan karakter secara nasional dalam  lingkungan Unit Utama Kementerian  Pendidikan  Nasional.  Regulasi  juga  berarti  merupakan  bentuk  penetapan  status  pendidikan  karakter,  serta  pengaturan-pengaturan  fungsi  dan peran peserta didik/ siswa/ mahasiswa/ warga belajar, pendidik/ guru/ tutor/ dosen, dan  tenaga  kependidikan  lain  yang  terkait  dalam  pelaksanaan  pendidikan karakter. Bentuk  regulasi yang diperlukan berupa kebijakan-kebijakan, panduan, serta pedoman teknis, petunjuk pelaksanaan, maupun petunjuk teknis.

 

3. Pengembangan Kapasitas

Pengembangan  kapasitas  bertujuan  untuk  meningkatkan  peran  dan  fungsi organisasi,  sistem  dan  perorangan  dalam  pelaksanaan  pendidikan  karakter  di lingkungan  Unit  Utama  Kementerian  Pendidikan  Nasional, Dinas pendidikan di tiap Provinsi dan kabupaten. Pengembangan kapasitas tersebut ditempuh dengan pelatihan, workshop, penyusunan modul self learning/self  instructional  (contoh-contoh  pelaksanaan  pendidikan  karakter  pada jenjang  pendidikan  dasar,  yakni    di  lingkungan  Unit  Utama  Kementerian Pendidikan Nasional), dan pengembangan inspirasi melalui best practices.

 

4. Implementasi dan Kerjasama

Tujuan strategi  ini adalah untuk mensinergikan berbagai hal yang  terkait dengan pelaksanaan pendidikan karakter di lingkup tugas pokok, fungsi dan sasaran Unit Utama Kementerian Pendidikan Nasional. Sesuatu yang harus disinergikan bukan hanya  dari  sisi  substansi  pendidikan  karakter,  akan  tetapi  juga  tentang  ―siapa melakukan  apa (who  doing  what) – pada kelompok  peserta  didik,  pendidik,  dan tenaga  kependidikan.  Implementasi  dan  kerjasama  juga  diperlukan  untuk memelihara  kesinambungan  implementasi  pendidikan  karakter  pada  lingkungan Unit Utama Kementerian Pendidikan Nasional, Dinas di tiap provinsi dan kabupaten.  Implementasi dan kerjasama  juga bermanfaat  untuk  meminimalkan  adanya  tumpang  tindih  serta  untuk meningkatkan  efektivitas  dan  efisiensi  pelaksanaan  pendidikan  karakter  di lingkungan Unit Utama Kementerian Pendidikan Nasional, dinas di tiap-tiap provinsi dan kabupaten.

 

5. Monitoring  dan  Evaluasi

Strategi  monitoring  dan  evaluasi  dilakukan  untuk  mengontrol,  mengendalikan pelaksanaan  pendidikan  karakter  di  lingkungan  Unit  Utama  Kementerian Pendidikan  Nasional.  Kontrol  dan  pengendalian  dimaksudkan  untuk meningkatkan kualitas proses dan hasil pendidikan karakter.

Untuk  menghasilkan  pelaksanaan  yang  maksimal  sebagai  gerakan  nasional, maka  strategi  implementasi  pendidikan  karakter  dilaksanakan  secara  terpadu  oleh Unit Utama  Kementerian  Pendidikan  Nasional  yang  didukung  secara  sinergis  oleh  Dinas Pendidikan Nasional Provinsi dan Dinas Pendidikan Kabupaten/ Kota.

 

Monitoring  dan  evaluasi  disamping  dilakukan  oleh  setiap  unit  kerja  yang melaksanakan  pendidikan  karakter  dapat  pula  dilakukan  oleh  Tim   Pendidikan  Karakter  yang  ditugasi  oleh  Menteri  untuk  mengetahui keefektifan  proses  dan  hasil    pembelajaran    serta  program  pendidikan karakter.

 

(Bersambung)

__________________________________________________

Sumber:

Silahkan unduh di sini.

Desain-Induk-Pendidikan-Karakter-Kemdiknas

Kebijakan-Nasional-Pendikar

NASKAH-RAN-KEMENDIKNAS-REV-2

Rencana Pembangunan Pendidikan Nasiona Jangka Panjang

Pos ini dipublikasikan di Pendidikan dan tag , , , , , , , , , , , , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s