Pendidikan Berkarakter [Bagian 3]

Ringkasan Grand Design Pendidikan Karakter (2)

(Kemdiknas)

E. Kerangka Dasar Pendidikan Karakter

 

Bagian Kerangka Dasar mencakup pembahasan tentang pengertian karakter, konfigurasi karakter, pengertian pendidikan karakter dan prinsip pengembangan pendidikan karakter. Berikut uraian singkatnya.

Karakter dipahami sebagai nilai-nilai yang unik-baik yang terpateri dalam diri dan terejawantahkan dalam perilaku. Dua kata kunci, yaitu diri dan perilaku, menegaskan karakter sebagai totalitas dimensi psikologis dan dimensi sosial dan kata kunci terpatri menjelaskan karakter sebagai sesuatu yang ajeg (establish), bukan sesuatu yang bersifat sporadis atau insidental.

Tinjauan teoretis perilaku berkarakter secara psikologis merupakan perwujudan dari potensi Intellegence Quotient (IQ), Emotional Quentient (EQ), Spritual Quotient (SQ) dan Adverse Quotient (AQ) yang dimiliki oleh seseorang. Sedangkan seseorang yang berkarakter menurut pandangan agama pada dirinya terkandung potensi-potensi, yaitu: sidiq, amanah, fathonah, dan tablig. Berkarakter menurut teori pendidikan apabila seseorang memiliki potensi kognitif, afektif, konatif dan psikomotor yang teraktualisasi dalam kehidupannya. Adapun menurut teori sosial, seseorang yang berkarakter mempunyai logika dan rasa dalam menjalin hubungan intra personal, dan hubungan interpersonal dalam kehidupan bermasyarakat.

Berdasarkan teori tersebut di atas, kemudian dirumuskan konfigurasi karakter. Kendati mengggunakan peristilahan berbeda namun tetap dengan muatan yang sama. Konfigurasi karakter dalam konteks totalitas proses psikologis dan sosial-kultural dikelompokan dalam: Olah Hati (Spiritual and emotional development), Olah Pikir (intellectual development), Olah Raga dan Kinestetik (Physical and kinestetic development), dan Olah Rasa dan Karsa (Affective and Creativity development). Barangkali diagram Vens berikut dapat mewakili seluruh pembahasannya.

Sumber: Dokumen Grand Design Pendidikan Karakter Kemendiknas

Keempat proses psikososial (olah hati, olah pikir, olah raga, dan olahrasa dan karsa) tersebut secara holistik dan koheren memiliki saling keterkaitan dan saling melengkapi, yang bermuara pada pembentukan karakter yang menjadi perwujudan dari nilai-nilai luhur.

Hahikat “karakter” yang holistik, dengan demikian menghendaki proses pendidikannya yang holistik pula. Pendidikan karakter mestinya dapat menyentuh totalitas psikososial dan kultural. Pendidikan karakter yang baik, harus melibatkan bukan saja aspek pengetahuan yang baik (moral knowing), tetapi juga merasakan dengan baik atau loving the good (moral feeling) dan perilaku yang baik (moral action).

Lantas bagaimana pendidikan karakter dilakukan? Ada empat prinsip yang dapat dijadikan acuan, yaitu:

  • Berkelanjutan

Artinya pendidikan karakter merupakan proses yang kontinu mulai dari jenjang Pendidikan Usia Dini (PAUD) sampai Perguruan Tinggi.

  • Melalui semua mata pelajaran, pengembangan diri, dan budaya satuan pendidikan

Pendidikan karakter dintegrasikan pada seluruh mata pelajaran, tanpa kecuali; dilakukan dalam kegiatan ekstrakurikuler. Dan dikukuhkan dalam budaya satuan pendidikan.

  • Nilai tidak diajarkan tapi dikembangkan melalui proses belajar

Nilai, sebagai inti karakter, merupakan bahan ajar yang khas. Tidak hanya diajarkan tapi lebih jauh diinternalisasi melalui proses belajar.

  • Proses pendidikan dilakukan peserta didik secara aktif dan menyenangkan.

(Bersambung)

__________________________________________________

Sumber:

Silahkan unduh di sini.

Desain-Induk-Pendidikan-Karakter-Kemdiknas

Kebijakan-Nasional-Pendikar

NASKAH-RAN-KEMENDIKNAS-REV-2

Rencana Pembangunan Pendidikan Nasiona Jangka Panjang

Pos ini dipublikasikan di Pendidikan dan tag , , , , , , , , , , , , , , , . Tandai permalink.

2 Balasan ke Pendidikan Berkarakter [Bagian 3]

  1. nurfalah berkata:

    grand design pendidikan karakter nampaknya sebuah rakitan teori yang bagus. apakah teori2 tersebut koheren dengan filsafat kita. mesti dicek.

  2. Hendri berkata:

    Mantapssss sekali….
    terimakasih ilmunya semoga Allah membalas dengan kebaikan yang berlipat ganda
    salam kenal dari saya,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s